Jumat, 22 Juli 2016

Semenjak Luka Kunamai Doa, Aku Tahu Kehilangan Tak Lagi Butuh Air Mata

Gurat luka masih menganga, pengkhiatanmu memang masih sulit untuk terlupa dan masih terasa , berulang kali aku bertanya dalam hati, “mengapa kau setega ini?” 

Berhari-hari aku terbangun di dini hari, menghabiskan tisu untuk menangisi semua ini , ku putuskan untuk memblock semua media komunikasi, kamu mungkin akan berpikir mengapa aku bertingkah layaknya anak kecil seperti ini ? dengan lantang aku menjawab agar kau tak semakin tinggi hati kalau kau merasa pantas untuk di cintai sedalam ini
Tapi aku tak ingin berkubang dalam genangan kesedihan lama-lama. Jika kau bisa berjingkat semudah itu, mengapa hal yang sama tak bisa terjadi padaku? Hidup memang jelas tak sama lagi ketika “Kita” tak ada, Tuhan terbukti memberikan rencana indah dibalik siksa, Tuhan membuktikan bahwa kamu bukanlah pria tak layak untuk saya.
 Aku sudah pernah merasakan kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia- Umar bin Khattab
Mungkin ini adalah cara yang dilakukan untuk membuka mata salah satu hamba bandel-Nya, untuk tidak mencintai makhluk-Nya melebihi cinta terhadap-Nya
 
 
Baru kusadari, Tuhan tak pernah mengkhianati. Ketika Ia tak mengabulkan apa yang kita harapkan, bukan berarti Ia sengaja menelantarkan. Ia hanya tahu rencana lain yang mampu memberikan hamba-Nya lebih banyak kedamaian.  Tuhan adalah sutradara kehidupan yang bijaksana. Karena dalam diam-Nya, Tuhan pasti mendengar setiap pinta Percayalah akan tiba masanya air mata diubah menjadi tawa. Semua usahamu akan dijawab Tuhan tepat pada waktunya
 Namun syaratnya hanya satu, kita harus tulus menyerahkan hati untuk-Nya, Menyadari dengan penuh bahwa cinta paling tulus bukanlah cinta yang ada sesama manusia, namun kepada sang Pencipta.
Sajadah dan sujud panjang sekarang jadi saksinya, Aku mencintai-Mu sepenuhnya
Hipwee.com