Jumat, 22 Juli 2016

Terimakasih Untukmu yang Kusebut Pacar dan Juga Sahabat

Ini bukan berarti bahwa tak ada teman untuk berbagi, atau aku terlalu sombong untuk tidak berbagi pada mereka yang kusebut teman ataupun sahabat. Hanya saja aku takut, takut jika aku memiliki ketergantungan terhadap mereka yang aku selalu ingin mereka disampingku saat aku menghadapi suatu masalah, karena akan ada saat dimana mereka tak bisa ada disampingku.

Yah itu tak dapat dipungkiri, sebab meski kami teman, meski kami sahabat namun aku tetap bukanlah satusatunya orang yang ada dalam hidup mereka. Meskipun mereka ingin membantuku, namun mereka tak ada cara ataupun pilihan untuk itu.

Lalu kuputuskan untuk membawa semuanya sendiri. Toh ini semua bebanku, yang lain tak perlu tahu. Aku cukup berada disamping mereka, membantu mereka sebisaku.
Namun, tak jarang pula aku merasa begitu lelah, ingin menangis, berteriak…
dan butuh seseorang untuk mendengarkan keluh kesahku.
Dan betapa beruntungnya aku memilikimu, kamu, kamu yang tak hanya kusebut sebagai seorang kekasih tapi juga teman, sahabat, partner sejatiku.
“ jangan khawatir, sayang. Kamu bisa melewatinya dan ada aku disamlingmu selalu.”
Terimakasih sekali lagi, karena sampai saat ini engkau masih sudi mendampingiku berjalan, sehingga tatkala aku lelah berjalan, lelah menatap kedepan namun aku tak bisa berhenti ataupun tunduk, yang ada aku harus tetap berjalan, engkau selalu ada disampingku, sehingga aku tak perlu berhenti berjalan, aku hanya perlu menoleh kesamping, lalu akan kudapati dirimu tersenyum padaku dan menggenggam tanganku, dan kemudian kamu berbisik padaku dengan penuh kasih sayang “ jangan khawatir, sayang. Kamu bisa melewatinya dan ada aku disampingmu selalu.” Dan akupun akhirnya seperti mendapat kekuatan baru, dan semakin kuat untuk melangkah.'
 
Lalu tetaplah seperti yang sekarang, maaf untuk keadaan yang membuatmu tak nyaman.
Aku akan mencoba sebaik mungkin
Hipwee.com